Gejala dan Penyebab Penyakit Hipertensi

Penyakit hipertensi atau yang lazim dikenal di masyarakat sebagai penyakit tekanan darah tinggi yaitu  kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Dengan jumlah penderita hipertensi yang  kian naik diperkirakan penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Baca Juga : Obat Darah Tinggi

Masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosa dan belum menyadari arti penting dari pengobatan. Sehingga banyak penderita yang tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Menjadikan hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Faktor pemicu mengidap penyakit hipertensi harus diperhatikan, karena dapat meningkatkan resiko menderita hipertensi. Jika faktor tersebut sudah diketahui bisa dilakukan proses pencegahan untuk hipertensi. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut :

  • Usia senja diatas 65 tahun
  • Konsumsi garam berlebih
  • Kegemukan atau berat badan berlebih
  • Riwayat keluarga pengidap hipertensi.
  • Kurang makan buah dan sayuran.
  • Tidak rutin berolahraga.
  • Merokok.
  • Peminum kopi aktif
  • Konsumsi minuman keras atau alkohol.
  • Stress

Gejala Penyakit Hipertensi

Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hipertensi, karena hipertensi cenderung tidak menunjukan gejala yang cukup fatal. Tetapi ada gejala umum yang dapat dijadikan rujukan menderita hipertensi. Gejala hipertensi antara lain :

  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Mual
  • Telinga berdenging
  • Kebingungan
  • Detak jantung tak teratur
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
  • Darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Namun untuk lebih memastikan adalah dengan cara pengukuran tekanan darah, terlebih untuk para wanita hamil sangat di anjurkan untuk rutin mengecek tekanan darah. Jika tidak diperiksakan, ibu hamil berpotensi mengalami kondisi serius yang dikenal sebagai preeklamsia. Preeklamsia akan menyebabkan gangguan pada plasenta (organ yang menghubungkan peredaran darah bayi pada sang ibu atau ari-ari).

Penyebab Hipertensi

Untuk tepatnya penyebab hipertensi belum dapat dipastikan. Namun faktor penignkatan resiko masih menjadi rujukan penyebab hipertensi.

Faktor-faktornya adalah sebagai berikut :

  • Usia senja diatas 65 tahun - Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia
  • Konsumsi garam berlebih
  • Kegemukan atau berat badan berlebih - Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak. Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.
  • Riwayat keluarga pengidap hipertensi. - Orang dengan anggota keluarga yang mengidap hipertensi memiliki risiko tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.
  • Tidak rutin berolahraga - Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
  • Merokok - Rokok bisa meningkatkan tekanan darah sekaligus menyempitkan dinding arteri.
  • Peminum kopi aktif - Kandungan kafein dalam kopi memicu kerja organ jantung lebih keras.
  • Konsumsi minuman keras atau alkohol - Kandungan alkohol dalam minuman keras bisa memicu kerusakan pada organ jantung.
  • Stres - Tingkat stres yang tinggi berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.

Beberapa penyakit  dan obat-obatan pun disinyalir menyebabkan resiko hipertensi. Seperti faktor berikut ini :

  • Diabetes.
  • Penyakit ginjal.
  • Lupus.
  • Obat-obatan tertentu, semisalnya pil kontrasepsi, analgesik atau obat pereda sakit, obat pilek, serta dekongestan.
  • Penyempitan pembuluh darah (arteri).
  • Gangguan hormon tiroid.

Diagnosis Hipertensi

Cara mendiagnosis penyakit hipertensi sebenarnya sangatlah mudah, hanya dengan mengukur tekanan darah dan mengetahui kriteria dari hipertensi berdasarkan angka tekanan darah. Untuk acuan angka tekanan darah idealnya adalah di rentang  120/80 mmHg sampai dengan 130/90 mmHg termasuk tekanan darah normal. Pengukuran yang menunjukan nilai yang tinggi dan hanya sekali pemeriksaan tidak serta merta didiagnosa mengidap hipertensi.

Ukuran dari angka tekanan darah adalah sebagai berikut :

  1. Tekanan darah sangat tinggi (160/100 mmHg atau lebih) - harus dilakukan perawatan secepatnya.
  2. Tekanan darah mencapai (140/90 mmHg atau lebih)  -  dinilai memiliki risiko penyakit kardiovaskular.
  3. Tekanan dara lebih tinggi dari (130/80 mmHg) – dinilai memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang rendah.

Nama dari alat pengukur tekanan darah dinamakan sfigmomanometer, jenis dari alat ini ada 2 yakni manual dan digital. Alat pengukur tekanan darah yang memakai sensor elektronik dalam mendeteksi denyut lebih sering digunakan saat ini. Jika di duga ada penyakit dibalik pengingkatan tekanan darah, dianjurkan untuk melakukan tes darah dan urine untuk memastikan jenis penyakit.

Pengobatan Hipertensi

Untuk menurunkan tekanan darah tinggi cara paling ampuh adalah menjaga pola makan dan perubahan gaya hidup sehat. Langkah terbaik adalah merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, pemilihan makanan yang tepat juga dapat mempercepat proses pemulihan dan penurunan tekanan darah tinggi.

Dalam beberapa kasus hipertensi, pasien kadang perlu mengonsumsi obat-obatan seumur hidup. Namun, jika tekanan darah telah terkendali dalam bertahun-tahun, Anda mungkin boleh menghentikan pengobatan. Ada juga sebagian penderita yang harus mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Kombinasi ini biasanya diperlukan untuk mengatasi hipertensi yang lebih sulit dikendalikan. Beberapa jenis obat yang umumnya diberikan ialah:

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor
    Dengan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor – penghambat enzim pengubah angiotensin – akan menurunkan tekanan darah. Efek samping obat ini ialah batuk kering berkelanjutan. Jika efek samping ini sangat mengganggu, ada obat lain dengan fungsi sama seperti Antagonis reseptor angiotensin-2 yang kemungkinan akan disarankan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama mengonsumsi ACE inhibitor.
  • Calcium channel blockers
    Agar kalsium tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah, obat-obatan calcium channel blockers (penghambat kanal kalsium) bisa digunakan. Obat ini akan mengendurkan arteri dan menurunkan tekanan darah. Risiko efek samping calcium channel Blockers akan meningkat jika Anda minum jus grapefruit selagi mengonsumsi obat ini.
  • Diuretik
    Diuretik juga dikenal sebagai “pil air” yang berfungsi untuk membuang sisa air dan garam dari dalam tubuh melalui urine.
  • Beta-blockers
    Jantung akan berdetak lebih lambat dan dengan tenaga lebih sedikit jika Anda mengonsumsi obat-obatan jenis beta-blockers (penghambat beta) sehingga akan mengurangi tingkat tekanan darah. Senantiasa bicarakan dengan dokter Anda sebelum berhenti mengonsumsi beta-blockers. Efek samping yang berbahaya bisa muncul jika konsumsi dihentikan secara tiba-tiba. Contoh efek sampingnya ialah peningkatan tekanan darah atau serangan angina (angin duduk).
  • Alpha-blockers
    Alpha-blockers (penghambat alfa) digunakan untuk melemaskan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah dalam pembuluh darah. Efek samping yang umumnya muncul meliputi pingsan saat penggunaan pertama, sakit kepala, pusing-pusing, kelelahan, serta pergelangan kaki membengkak. Sekarang beta-blockers dan alpha-blockers dianggap kurang efektif dibandingkan obat lain untuk menangani hipertensi. Obat jenis ini hanya dipakai apabila metode pengobatan lain tidak menunjukkan dampak positif.

Komplikasi Hipertensi

Ketika kondisi kesehatan yang sedang tidak sehat dan terserang hipertensi, maka dapat terjadi beberapa komplikasi yang dapat timbul. Hipertensi akan lebih membebani jantung dan pembuluh darah jika tidak ditangani dengan seksama.

jenis-jenis komplikasi yang berpotensi mengikuti hipertensi adalah meliputi:

  • Serangan jantung atau stroke – Serangan jantung dan stroke dapat dipicu oleh hipertensi, karena hipertensi dapat berpotensi menyebabkan penebalan dan pengerasan dinding arteri.
  • Aneurisme atau pelebaran abnormal pada arteri – Hipertensi memang tidak jauh dari pembuluh arteti. Peningkatan tekanan darah bisa memicu pelebaran dinding pembuluh darah (seperti menggembung). Berpotensi untuk terjadi pembuluh darah pecah karena pelebaran abnormal pada arteri.
  • Rusaknya pembeuluh darah kecil ke ginjal - Ketika pembuluh darah yang mengarah pada Ginjal rusak maka dipastikan fungsi ginjal pun akan terganggu. Adapun beberapa gejalanya ialah pembengkakan kedua tungkai bawah, rasa buang air kecil di malam hari meningkat tapi volume urine sedikit, dan hipertensi yang semakin parah.
  • Sindrom metabolik - Munculnya beberapa masalah kesehatan yang dialami secara bersamaan. Yang pada akhirnya, risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabtes juga akan meningkat.

Pencegahan Hipertensi

Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati, namun ketika mencegah haruslah berpegang teguh pada aturan-aturan yang ditetapkan agar proses pencegahan penyakit hipertensi dapat berjalan dengan baik.Penerapan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bernutrisi, olahraga teratur, tidak merokok, dan menghindari minuman keras bisa mencegah hipertensi. Beberapa contoh penerapan yang bisa dilakukan meliputi:

Perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah bisa terlihat dampaknya dalam beberapa minggu. Langkah ini bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana seperti:

  • Mengonsumsi makanan sehat, rendah lemak, dan seimbang. Misalnya, nasi merah, buah, serta sayur.
  • Mengurangi konsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari.
  • Aktif berolahraga. Aktif secara fisik ialah hal paling penting yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau mengendalikan hipertensi.
  • Menurunkan berat badan.
  • Berhenti merokok. Merokok akan meningkatkan peluang Anda menderita penyakit jantung dan paru-paru secara drastis.
  • Menghindari atau mengurangi konsumsi minuman keras.
  • Mengurangi konsumsi minuman kaya kafein, seperti kopi, teh, atau cola.
  • Melakukan terapi relaksasi, misalnya yoga atau meditasi untuk mengendalikan stres.

Disiplin tinggi dalam menerapkan gaya hidup sehat akan memberikan dampak positif yang signifikan pada tekanan darah Anda. Beberapa penderita bahkan menjadi tidak perlu mengonsumsi obat-obatan karena berhasil menerapkan perubahan gaya hidup untuk menormalkan tekanan darah.

  • Makanan - Konsumsilah makanan yang rendah lemak dan kaya serat. Mengurangi asupan garam setiap harinya dengan aturan setidaknya tidak lebih dari 6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh).
  • Berat Badan – Menjaga berat badan agar pada psosisi ideal memang sulit namun jika berhasil bukan hanya penampilan saja yang ditunjang tapi juga kesehatan dapat meningkat.
  • Olahraga – Aktivitas fisik diperlukan, dengan meningkatnya tekanan darah harus diimbangi dengan aktivitas olah raga yang rutin juga tidak terlalu berat porsinya.
  • Minuman Keras – Tidak hanya ketika sedang sakit, minuma keras baiknya dihindari oleh siapa pun. Karena kurang berfaedah sama sekali.
  • Merokok – Memang tidak ada kaitannya antara hipertensi dan merokok, tetapi mempertinggi risiko serangan jantung dan penyakit stroke karena bisa memicu penyempitan arteri. Kombinasi merokok dan hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung atau paru-paru secara drastis.
  • Kafein - Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Produk Unggulan Berkualitas Sagala Herbal

Nutrinext KapsulNutrinext Kapsul- Merupakan multivitamin & mineral untuk mencukupi kebutuhan nutrisi untuk mengoptimalkan dan membantu proses penyembuhan penyakit kronis, menjaga kesehatan, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit juga infeksi.
Nutrinext LastabuminLastabumin - Madu anak yang diformulasikan dari madu terbaik, albumin ikan gabus, ekstrak temulawak, dan ekstrak pegagan. Madu Lastabumin untuk menambah nafsu makan dan tingkatkan daya tahan tubuhnya.
Mitoha Golden GamatMitoha Golden Gamat - Produk herbal alami yang berbentuk jelly dan berbahan dasar gamat berkualitas yang diproduksi oleh PT. JHP dan sudah legal dan terdaftar di BPOM RI yang didistribusikan oleh Mitoha Bersaudara
Kopi KopdarKopi Kopdar - Kopi untuk menambah vitalitas pria dewasa, dengan cita rasa terbaik disuguhkan untuk anda.
Habbatun Plus Propolis TrigonaHabbatun Plus Propolis Trigona - Campuran sebagai ekstrak dari Habbatussauda, Propolis Trigona, dan minyak Zaitun. Agar dapat dikonsumsi dengan mudah dan efektif.
GizidatGizidat - Madu anak yang diformulasikan dari madu hutan alami, ekstrak ikan sidat, ekstrak temulawak dan probiotik. Gizidat adalah Madu Anak untuk menambah nafsu makan dan tingkatkan daya tahan tubuhnya.